Senin, 14 Mei 2018

Clumsy Marli: Cerita Perjalanan Sendiri, Motivasi dan Persiapan Keberangkatan

Melakukan perjalanan sendiri? Bahkan aku nggak pernah mimpi. Seumur hidup mengenal diri sebagai seseorang yang memiliki 0 pengalaman dan pengetahuan terkait jalan-jalan membuat aku lebih suka berada disebuah ruangan beratap dan berdinding, ada pendingin, smartphone full battery, sambungan wifi dan jajan sebagai sebuah liburan. 

Cr. pic I don't even remember where I get this. Probably from pinterest.com


Tapi beberapa waktu yang lalu setelah sempat merasa sakit lalu didorong banyaknya influencer dan bacaan yang mendukung pergi sendiri dan skip rutinitas, membuat aku mulai memiliki motivasi. Awal tahun, aku menulis untuk pergi ke luar kota dalam 1 dari urut harapan. Dan tahukah kamu? Setelah menjalani mimpi itu dan mampu mencoret satu dari beberapa di dalamnya sungguh membuat aku merasa bangga for no one but myself. 

Cr. pic GoGirl! Instagram photo

Karena ternyata setelah mengalami pergi sendiri, aku mengalami banyaaaak sekali hal yang dirasa perlu dibagi. Jadi mulai hari ini aku akan menulis blog tentang perjalananku ke sini dan di sini, insyaAllah hingga pulang. Wanna read it? Check this out.

Rencana yang serba mendadak khas aku ternyata juga berlaku dalam merencanakan perjalanan ini. H-2 aku baru izin ke Mama lewat pesan WhatsApp bahwa aku akan pergi (ini pun sebenarnya dalam hati masih maju mundur). Dengan harapan diizinkan namun sendirinya masih belum percaya. Akhirnya setelah penjelasan sedikit panjang, aku diizinkan dengan berat hati (ini Mama literally nulis begitu). Setelah diizinkan baru kemudian aku menyusun jadwal kepergian, apa program yang akan diambil dan dana yang dibutuhkan. Diskusi sebentar dengan Mama terkait dana, siangnya aku berangkat ke Terminal Raja Basa untuk kamu yang tidak tahu dan belum pernah ke Lampung, aku beri bocoran. Jadi Terminal Raja Basa ini adalah terminal induk di Lampung. Semua aktifitas berangkat dan pulang bus biasanya akan melalui terminal ini. Dengan pengetahuan sederhana ini aku pun langsung gegas ke terminal dengan tujuan  tanya-tanya tentang tiket bus Rosalia Indah yang melalui beberapa informasi yang aku kumpulkan adalah bus yang bisa mengantarkanku ke tempat tujuan. 

Cr pic tipswisata.co

Hari itu, Jumat aku berangkat ke terminal diantar Abang Gojek. Sesampainya di sana, dibagian pemesanan PO untuk ke luar kota duduk seorang Bapak yang lalu menyambutku masuk ke ruangannya. Di sana kami sedikit berbincang. Mengetahui harga yang harus dibayar untuk membeli tiket, aku yang membawa uang kurang mohon undur diri dengan dalih mengambil uang di ATM dan tanya-tanya tempat lain.

Dalam hati aku masih agak ragu memesan di Bapak itu, walau aku tahu pasti sampai di tujuan tapi entah kenapa aku merasa kurang nyaman jika bus yang aku ambil bukan sesuai yang ku mau. Singkat cerita aku yang hari itu telah bertanya-tanya tentang tiket ke terminal melanjutkan perjalanan ke Mall Boemi Kedaton (MBK) Lampung. Fyi, hari itu jadwal kegiatanku ada 3 yakni membeli tiket, menonton film Infinity War dan donor darah di PMI unit Lampung,  

Sampai di MBK film sudah setengah jalan, aku lalu memesan tiket untuk waktu setelahnya, 15:10 WIB. Oke, tiket sudah di tangan. Mampir sebentar ke lantai dasar tempat berbagai ATM, ambil uang lanjut perjalanan ke PMI unit Lampung untuk donor masih setia dengan layanan GOJEK tentunya. Sebagai informasi jika kamu akan mendonor khususnya di PMI unit Lampung, kamu harus mengisi formulir pendonor yang berisi beberapa keterangan seperti nama, alamat, no hp dan lain-lain. Formulir diletakkan tepat di depan ruang masuk untuk mendonor. Setelah diisi, bawa lembar ke ruangan dokter yang letaknya di sebelah kanan setelah masuk. Di sana kamu akan ditanya beberapa informasi, lalu ditensi tekanan darahnya. Jika Dokter mengizinkan, proses setelahnya adalah periksa HB darah. Sayangnya untuk hari itu, aku gagal donor karena HB yang terlalu rendah. Keluar dari PMI aku makan siang di warung depan. Sambil makan aku coba browsing terkait tempat PO Rosalia Indah dan akhirnya ketemu!! Ternyata tempatnya ada di Way Halim. Bingung harus ke Way Halim dulu atau nonton dulu, akhirnya ku putuskan bahwa menonton adalah sebuah ibadah hati yang mesti dijalani dengan pikiran tenang tanpa ada beban, jadi ayo kita ke Way Halim dulu.

Cr. pic PopBuzz -Hey, Spidey?-



Sampai di loket, kamu akan melihat 2 petugas yang memiliki 2 tugas yang berbeda. Petugas pertama biasanya Mas-mas bertugas check in tiket secara manual sedang Mbak di sebelahnya khusus untuk pengambilan tiket bagi yang telah memesan secara online. Setelah tanya tujuan, tempat duduk dan waktu keberangkatan aku membayar 445 ribu untuk tujuan yang aku inginkan. Tiket diberi bersama dengan 3 kupon makan.

Bahagia telah mengantongi tiket, aku kembali ke MBK. Eh tapi setelah membaca sampai di sini jangan kira ke CLUMSY an ku tidak kumat seharian. Tulisan yang terbaca sangat mudah dan lancar ini nyatanya tidak semudah itu saat dijalani. Ada drama tali sepatu sempat nyangkut sebentar di eskalator berjalan MBK haha iya, serem kan? Aku bahkan sempat sangat degdeg an. Untungnya bisa segera lepas. Hikmahnya, jangan buru-buru dan gagal fokus kalau sedang naik eskalator ya. Belum lagi seperti biasa, setiap pergi ke tempat yang baru aku datangi, selalu dapat Abang ojek yang juga tidak tahu lokasi jadi hampir pasti ada drama tersasar di perjalanan.

Setelah bolak balik seharian, melihat jam sudah menunjukkan pukul 14:58 WIB aku segera ke mushola MBK untuk bersiap shalat ashar yang ternyata waktu asharnya pukul 15:20. Telat nonton dong? Iya sih tapi telat nontonnya hanya 15-20 menit plus waktu beberes mukena tapi kalau dipaksakan nonton, telat solatnya sampai 2 jam. Rugi mana?
Sampai di bioskop, film sudah jalan sampai adegan Loki meninggal. Aaaa aku jadi nggak tahu apapun nih tentang bagian awal film Infinity War nya. Lampu sudah mati, gelap, nomor kursi sudah tidak terlihat. Lalu apa yang dilakukan si Clumsy? Tentu saja duduk di mana pun yang kosong!! Maksa duduk di nomor kursi yang aku pun nggak yakin ada di mana adalah sebuah usaha buang-buang waktu. Tapi tetap duduknya sambil sedikit gelisah karena takut kalau bangku yang diduduki sudah dipesan orang. Jadilah hingga beberapa saat film berlangsung aku masih deg deg an terkait bangku.

Pulangnya alhamdulillah tidak terlalu ada drama. Disambut mendung yang menaungi langit atas kosan. Angkat jemuran lalu melanjutkan persiapan tas dan koper untuk dibawa besok.

Daaaaan tidak terasa baru nulis persiapan berangkat saja sudah hampir 1000 kata. Baiklah kita cukupkan dulu ya. Cerita tentang perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 20 jam akan diupdate besok. InsyaAllah jauh lebih seru, lucu dan banyak drama.      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar