Jumat, 06 Februari 2026

Selai Kacang, Cokelat dan Jaring Pengaman

Perihal memiliki safety net seperti yang sedang ramai dibicarakan dan bagaimana contohnya di kehidupan sehari-hari.

Ilustrasi by me

Kamu punya uang 50 ribu. Selai kacang yang kamu sukai harganya 25 ribu. 

Saat akan mengambil di rak toko, di sebelahnya ada selai cokelat yang terlihat menggiurkan. Harganya juga 25 ribu. Kalau kamu beli kedua selai, kacang dan cokelat, kamu tidak punya uang lagi untuk besok makan. Kalau ambil selai cokelat, kamu bertaruh pada kemungkinan. Selai ini bisa saja punya rasa lebih baik, kamu akan punya pengalaman rasa baru yang lebih seru, serta nanti ke depannya, kamu bisa ambil selai cokelat dengan lebih yakin karena sudah pernah coba. Tapi kalau rasanya tidak enak. Kamu mengalami kekalahan lebih menyakitkan karena kamu harus terus makan dan menghabiskannya sementara uang 50 ribu mu telah habis setengah.

Selasa, 27 Mei 2025

Memberi Perhatian

Dalam proyek kembali ke masyarakat selama 1 bulan yang sedang dilakukan, aku menyadari bahwa ternyata aku suka sekali berada di antara keramaian. Menjadi bagian dari sesuatu yang sementara. Seperti punya tempelan keterangan di dahi untuk menggambarkan kelompok yang ada aku di dalamnya.

Photo by Priscilla Du Preez 🇨🇦 on Unsplash

Bagian dari orang-orang yang lari pagi mengitari taman, berada di kelompok anak kos Mak Evi, pengunjung pagi perpustakaan daerah, atau jemaah majelis ilmu di masjid pada malam rabu. Rasanya seperti memberi kesempatan untuk diri mencoba berbagai rasa, mengenal berbagai perbedaan, melihat bermacam interaksi dan keakraban. Untuk kemudian pergi, terlepas karena tidak memiliki cukup kuat ikatan.

Sabtu, 17 Mei 2025

Mempertahankan Kemanusiaan

Di dunia ini ada banyak sekali manusia maka saat bertemu orang-orang yang membuat nyaman ; rayakan dan jadi setia. Ada banyak cerita menarik untuk dibaca maka saat menemukan yang membuat terinspirasi ; tulislah kembali dan ingat-ingat sensasi bahagianya. Saat ini, ada banyak sekali tokoh yang bisa kita temui, lihat dan pelajari maka saat akhirnya dipertemukan dengan yang sesuai minat dan menumbuhkan percikan cahaya api; gali dan cermati.

Photo by Ekaterina Shakharova on Unsplash

Cara-cara kecil ini bagiku adalah usaha mempertahankan kemanusiaan yang terkikis sibuk, jengah dan jemu. Kita harus mulai memikirkan ragam gaya merawat akal sehat di era banyak orang mencoba membuat kita kehilangan pikiran baik dan harapan.

Minggu, 11 Mei 2025

To Tell Story

Hari ini aku bangun pagi untuk memasak air menggunakan panci yang seumur hidup belum pernah aku sentuh, menghidupkan kompor yang baru pertama kali aku lihat, memasak nasi dari bungkus yang telah selama beberapa saat tersimpan, menulis di dalam kamar yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan untuk tiduri, di dalam rumah besar yang tidak pernah aku datangi. 

Aku bukan tiba-tiba menjadi manusia modern setelah terlempar dari era megalitikum.

Photo by Francisco Hernández on Unsplash

Hal-hal yang dituliskan adalah daftar kegiatan kecil yang aku dapatkan karena memutuskan pindah selama sebulan dari rumah. Mencentang wishlist yang selama beberapa waktu belakangan selalu diam-diam aku doakan dan rencanakan. I finally have that momentum to move from my home. 

In big number of age, aku belajar adjust lagi dengan berbagai kegiatan normal dan mudah di rumah, jadi lumayan merepotkan saat bercampur bersama orang-orang baru, perempuan-perempuan yang asing sama sekali. But still, i am very much enjoying this, hope it will be last till the end of my rent. 

Rabu, 16 April 2025

A Bag Full of Goodness

Aku mudah sekali suka, untuk kemudian lekas padam rasanya. Karena itu aku jarang mencoba berbaur di dalam sebuah grup kegemaran karena tahu kesukaan ini seperti api yang akan segera melalap habis semua misteri yang buat aku ingin tahu dan berdiam lama.

Ilustrasi butan sendiri

Aku suka banyak hal, setelahnya lekas bosan. Jadi sulit untuk aku punya seperangkat koleksi yang konsisten terjaga. Sebab paham perasaan menggebu ini hanya sementara.

Dulu, dengan kebiasaan ini aku sempat merasa frustasi. Merasa terombang ambing dan tidak punya akar. Tidak bisa menjadi seseorang yang teguh pada suatu hal. Layaknya ahli pada bidang tertentu yang kamu selalu bisa datangi dan kembali, karena tahu orang ini pasti masih ada di tempat yang sama bercerita tentang kegemarannya.

Kamis, 13 Maret 2025

Take Care of Yourself

Kalau ada satu nasihat yang belakangan tengah aku hayati arti dan cara mengaplikasikannya adalah kalimat pendek yang ada di judul. Take care of yourself, jaga diri, hati-hati.

Ilustrasi buatan sendiri

Sebelum peduli pada pendapat orang lain, merasa harus memenuhi ekspektasi, sembari menjalani whatever we get through, make sure to get our own back. Dan baru saja kemarin aku menemukan sebuah postingan lebih lanjut tentang nasihat ini.

Bahwa jaga diri bukan hanya tentang resting, healing and maybe shopping, hal-hal yang kita suka untuk lakukan sekarang. Namun juga pada inisiatif dan aktivitas positif yang mungkin selalu takut kita lakukan, pada kemungkinan-kemungkinan yang tidak berani kita ciptakan, pada kerja-kerja yang urung kita selesaikan.

Sabtu, 08 Maret 2025

Buang-buang Uang

Beberapa waktu lalu sempat muncul di timeline sebuah media sosial bagaimana beberapa orang mengkritisi pilihan kurang bijak dari masyarakat sebuah kampung yang mendapat ganti rugi uang dari pemerintah dalam jumlah besar. 

“Harusnya di-deposito-in sih”, “Hadeh malah beli mobil segala macam, nanti kalau uangnya habis, bingung!” dan lain sebagainya dengan nada meremehkan tak jauh beda. 

Mungkin baik maksudnya mengingatkan dan benar mereka punya planning yang kurang wise soal keuangan jangka panjang. But, let me give these people another perspective.

Ilustrasi buatan sendiri

Jumat, 07 Maret 2025

Dan Ternyata

Aku pernah sangat kesal sampai nangis karena dilarang mengatur kamar sesuai mau ku yang inginnya tidur di atas kasur lantai tanpa dipan. Ide ini ditolak mentah-mentah oleh Mama karena mau taruh di mana dipan besar yang ada di kamar nantinya? Aku merajuk sampai seminggu lamanya. Ternyata sekarang bahkan saat mencari penginapan, aku pilih kamar yang punya dipan besar. 

Di rumah kami, mesin pengering pakaian sedang ngadat. Awalnya ku pikir karena kalau terlalu sedikit pakaian jadi terlalu ringan dan tidak mau berputar ternyata malah kalau kebanyakan diisi pakaian, bikin mesin cepat aus dan rusak.

Ilustrasi buatan sendiri

Di dunia ini, praktik “ternyata” adalah hal yang sangat lazim kita, manusia alami. Karena itu aku tidak mau 100% mengaplikasikan nasihat yang bilang untuk percaya hanya intuisi. Toh si intuisi masih mudah dikelabui. 

Rabu, 05 Maret 2025

Komunitas Ramah-ramah

Setelah kembali merasakan jadi bagian dari masyarakat di rumah, aku jadi makin sering menyadari hal-hal kecil yang biasanya luput diperhatikan di kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah bagaimana sebuah komunitas tempat tinggal bekerja. 

Di sini tiap melewati atau dilewati, setiap orang akan saling menyapa kecil dan melempar senyum. Bahkan tidak jarang kemudian berhenti sejenak di tempat acak untuk ngobrol bertukar kabar. Lucu juga kadang kalau diperhatikan, bagaimana bahkan saat saling naik motor, membawa bocah atau bahkan sampah, Bapak-bapak tetap memilih berhenti di pinggir jalan untuk bercerita. 

Ilustrasi buatan sendiri

Kalau Ibu-ibunya karena tiap pagi ada pasar pagi yang buka, pokoknya siap-siap saja melihat pemandangan Ibu-ibu bergerombol mulai dari hanya 2 orang, hingga 5 sampai 6. Baru bubar kalau sudah ingat bahwa hari mulai siang dan mesti buat sarapan. Karenanya, kalau Mamaku pergi mau beli sayur di pasar pagi, aku sudah hapal dia baru akan kembali 1 jam lagi.

Minggu, 02 Maret 2025

Melihat Kematian dari Barang-barang yang Ditinggalkan

Pengalaman ditinggalkan karena kematian rasanya mungkin adalah salah satu perasaan paling menyakitkan yang ditakdirkan jadi satu ketetapan tidak terbantah pada tiap manusia.

Tidak peduli betapa kamu menyukai sendirian pasti ada hal yang lebih kita sukai dari sepi. Wajah-wajah yang kita harap jumpai setiap hari dan momen berbagi cerita yang kita nanti. Namun semuanya lalu berakhir dengan kata mati.

Ilustrasi buatan sendiri

Salah satu momen menyakitkan buatku terjadi terlalu awal, ketika masa ujian akhir di SMA. Aku masih ingat rasa khawatir yang mengganjal di tenggorokan, tiap melihat ada langkah kaki guru mendekat ke kelas. Menjulur-julurkan kepala, karena takut ada yang berbelok masuk lalu memberi kabar yang paling aku benci untuk dengar, mengingat di hari-hari itu Kakek tercinta terbaring lemah di ruang rawat intensif rumah sakit.

Sabtu, 01 Maret 2025

Perasaan Mengganjal yang Ingin Dihilangkan

Salah satu bagian terpenting dari proses pendewasaan yang aku alami, yang rasanya ingin aku bagikan adalah pengalaman membiarkan. Terdengar asing? Setidaknya bagiku, dulu.

Sebagai certified over thinker, aku selalu give a damn tentang banyaaaak hal. Inginnya segala hal lekas selesai dengan baik dan benar. Tentu saja hidup, seperti yang kita tahu akan memberikan berbagai pelajaran, yang kudu dijalani sendiri, nggak boleh titip orang. Dalam kasusku, prosesnya penuh air mata, insomnia dan perasaan pesimis yang levelnya sungguh durjana.

Ilustrasi buatan sendiri

Sebelumnya, HAI AKU KEMBALI MENULIS. Aku nggak pernah tahu ternyata akan ada masa di mana aku berhenti sama sekali menulis lalu kembali. What a LIFE! Ada banyaaak yang terjadi. Mari satu persatu aku ceritakan.

Kembali ke topik. Fase berhenti menulis itu adalah salah satu masa terkelam dalam hidup. Bagaimana mau menulis kalau bangun dari tempat tidur saja susah? Mungkin ada beberapa orang yang familiar dengan rasanya. Yang saat itu aku pikirkan adalah bagaimana caranya agar semua ini selesai? Bagaimana menemukan alasan, motivasi, energi dan kepercayaan untuk melanjutkan?

Selasa, 25 Juli 2023

Rumah Pamanku Kecil Tapi Isinya Banyak


Photo by Luke Stackpoole on Unsplash


Rumah pamanku ada di desa. 

Ukurannya kecil saja.

Tapi dia punya semua.

Setiap pergi ke sana, aku selalu menemukan benda-benda menarik.

Ada raket tua, kursi kerja, kandang ayam, kipas angin buatan tangan.


Selasa, 19 Oktober 2021

Squid Game dalam Tagar

 

Photo by Vadim Bogulov on Unsplash           


Hype Squid Game masih terasa, simpulkecil mau ikutan juga bikin tulisan tentangnya.

Squid Game daripada hanya cerita tentang pertarungan bertahan hidup yang jadi ribut karena katanya hasil contekan sana sini, aku lebih suka membicarakannya dari sisi lain. Bagaimana ia dengan gamblang mendongengkan hubungan miskin kaya.

Highlight adegan: Ketika semua orang ketakutan setelah permainan pertama, lalu melakukan voting untuk menentukan nasib selanjutnya.

Bisa dilihat bagaimana orang-orang yang punya kuasa seolah memberi pilihan. Padahal itu semua adalah bagian dari permainan. Berlagak malaikat dan menawarkan opsi. Setelah sebelumnya diam-diam mengumpulkan informasi dan berpangku tangan melihat ketidak adilan di depan mata. Orang-orang berkuasa itu tidak peduli. 

PHK, ketidak adilan upah, masa depan orang yang keluar dari penjara atau yang ingin minta suaka. Tidak ada makan siang gratis di atas meja.

Senin, 22 Juni 2020

Pria Manis

Pria manis? Sebuah judul yang janggal bukan? Pria biasanya lebih identik dengan sifat kuat, besar, gagah dan perkasa. Sedang manis lekat dengan gambaran tentang wanita. 

Photo by Clem Onojeghuo on Unsplash

Menurut temanku, secara garis besar ini ada kaitannya dengan nilai patriarki yang telah ada dan kita, manusia, internalisasi dalam kehidupan sehari-hari sekian lama. Sekelompok orang merasa jauh lebih tinggi derajatnya karena memiliki perangkat tertentu yang tertempel di dirinya.

Sabtu, 06 Juni 2020

Tentang Durhaka

Beberapa waktu yang lalu aku membaca curahan hati seorang gadis di media sosial tentang bagaimana sang ibu menolak calon suami yang dia ajukan, malah memilih untuk menyodorkan calon baru sebagai pendamping tanpa komunikasi yang memadai untuk bisa bertukar pikiran dan saling melegakan keputusan. Saat itu aku yang (seperti biasa) SOK TAU membalas dengan berapi-api mengenai betapa pentingnya untuk memulai komunikasi dan melemparkan berbagai saran agar teguh pendirian, bahwa kamu punya hak untuk memilih kehidupan di masa depan bla bla bla...

Photo by Velizar Ivanov on Unsplash

Sampai sore ini tiba-tiba sebuah pemahaman baru menghantamku saat sedang melamun sembari makan (jangan ditiru!!). Bagaimana jika alih-alih hanya bingung, anak yang curhat itu sebenarnya adalah sebuah representasi dari sebagian anak-anak di dunia ini yang tidak memiliki keistimewaan untuk bisa berkomunikasi secara terbuka dengan orang tuanya?

Kamis, 30 April 2020

Mengaji, Menari dan Menebar Kebaikan

Tutup aurat, tutup aurat jangan boleh dilihat.

Malu wajib pribadi mulia

itulah tuntunan agama...

"Jangan saling bertabrakan ya, anak-anak. Dilihat kiri kanannya. Yang baris depan ke arah kanan dulu, yang belakang ke kiri. Lanjut bait selanjutnya..."
Suara teriakan yang sampai hari ini masih bisa aku dengar sangat dekat di telinga, meski telah lewat 20 tahun lamanya sejak pertama kali mendengar beliau melafalkan bait demi bait lagu tentang aurat seorang muslim kepada kami, anak-anak yang hadir untuk belajar mengaji. 


Photo by Ifrah Akhter on Unsplash

Bu Suti, namanya. 

Guru tempat kami belajar saban sore. Seseorang yang aku ingat sebagai ibu bersuara nyaring dengan senyuman manis. Guru perempuan muda pertamaku dalam belajar agama. Potongan cerita beliau pernah juga aku muat di blog ini terkait sentimen menjadi perempuan di Indonesia ini. 

Selasa, 24 Maret 2020

Mungkinkah Itu Cinta?

Ketika kita bicara tentang kecewa
Aku mengingat tatapan mata yang dulu aku tidak tahu definisinya
Jika bicara harusnya
Mari kembali ke masa di mana semua terlihat samar

Photo by chuttersnap on Unsplash

Itu mungkin cinta
Yang terlambat kita sadari
Yang terlambat dipanen buahnya

Sabtu, 14 Maret 2020

Saat yang Disukai, Tidak Seperti Dugaan Awal

Apapun itu jika dilihat lebih jauh biasanya memang akan terlihat lebih baik. Seperti gunung, kata salah satu pepatah, akan memiliki kesan lebih indah dilihat dari kejauhan. Namun saat mendekat barulah kita sadar ada banyak tanjakan, batu-batu besar, pohon yang mati dan hewan-hewan pengisap darah.
Begitu pula manusia.

Photo by mike dennler on Unsplash

Orang tua, pasangan dan teman akan terlihat mempesona dari luar namun sebagai orang terdekat, kita tentu akan menemukan cela, salah dan ketidak sempurnaan.
Sebuah fakta yang membuat aku bertanya, "apakah memberatkan saat orang yang disukai, tidak sesempurna dugaan awal?"

Rabu, 11 Maret 2020

Mengenal Diri Sendiri

Beberapa waktu belakangan I do realize a lot of things about myself. Karena sedang ada waktu untuk 'melihat ke dalam' lebih sering dan ingin menulis hal-hal personal yang ternyata resonate dengan lebih banyak pembaca.

2 hari kemarin sedang menikmati menonton salah satu reality show Korea berjudul Handsome Tigers yang awalnya dilakukan benar-benar tanpa rencana. "Ah coba 1 episode saja," pikirku, karena tidak begitu paham dengan cara bermain dan menikmati permainan basket, yang merupakan inti acara ini.


Eh ternyata selain jadi jatuh cinta dengan tension cepat ala basket, jadi punya kesempatan belajar mengenali diri sendiri lewat beberapa scene. Salah satunya adalah betapa lemahnya aku dalam mengikuti perintah cepat. Seperti yang kalian tahu jika membaca blog ini, i define myself as seseorang dengan kecenderungan melihat dan memutuskan berbagai hal dengan menggunakan sisi emosional yang dominan.
Sedang dibeberapa cuplikan Handsome Tigers, pelatih mereka yakni Seo Jang Hoon, seringnya mengajarkan taktik cepat tanpa penjelasan.

Jumat, 06 Maret 2020

John Mulaney and My Anxiety

Today I offer you one of story about my favorite person in the world.
Honestly it’s really frightened me when I need to talk about people that I like, because afraid one day they will become the worst one (I think it’s just part of my anxiety who talk). 
Have an good image for people who still alive and can change in future kinda juggling your emotion, right?


google images