![]() |
| Ilustrasi butan sendiri |
Menulis kenangan, gumaman dan rencana menjadi simpul-simpul kecil penanda kehidupan
Rabu, 16 April 2025
A Bag Full of Goodness
Jumat, 07 Maret 2025
Dan Ternyata
Aku pernah sangat kesal sampai nangis karena dilarang mengatur kamar sesuai mau ku yang inginnya tidur di atas kasur lantai tanpa dipan. Ide ini ditolak mentah-mentah oleh Mama karena mau taruh di mana dipan besar yang ada di kamar nantinya? Aku merajuk sampai seminggu lamanya. Ternyata sekarang bahkan saat mencari penginapan, aku pilih kamar yang punya dipan besar.
Di rumah kami, mesin pengering pakaian sedang ngadat. Awalnya ku pikir karena kalau terlalu sedikit pakaian jadi terlalu ringan dan tidak mau berputar ternyata malah kalau kebanyakan diisi pakaian, bikin mesin cepat aus dan rusak.
![]() |
| Ilustrasi buatan sendiri |
Di dunia ini, praktik “ternyata” adalah hal yang sangat lazim kita, manusia alami. Karena itu aku tidak mau 100% mengaplikasikan nasihat yang bilang untuk percaya hanya intuisi. Toh si intuisi masih mudah dikelabui.
Minggu, 02 Maret 2025
Melihat Kematian dari Barang-barang yang Ditinggalkan
Pengalaman ditinggalkan karena kematian rasanya mungkin adalah salah satu perasaan paling menyakitkan yang ditakdirkan jadi satu ketetapan tidak terbantah pada tiap manusia.
Tidak peduli betapa kamu menyukai sendirian pasti ada hal yang lebih kita sukai dari sepi. Wajah-wajah yang kita harap jumpai setiap hari dan momen berbagi cerita yang kita nanti. Namun semuanya lalu berakhir dengan kata mati.
![]() |
| Ilustrasi buatan sendiri |
Salah satu momen menyakitkan buatku terjadi terlalu awal, ketika masa ujian akhir di SMA. Aku masih ingat rasa khawatir yang mengganjal di tenggorokan, tiap melihat ada langkah kaki guru mendekat ke kelas. Menjulur-julurkan kepala, karena takut ada yang berbelok masuk lalu memberi kabar yang paling aku benci untuk dengar, mengingat di hari-hari itu Kakek tercinta terbaring lemah di ruang rawat intensif rumah sakit.
Sabtu, 01 Maret 2025
Perasaan Mengganjal yang Ingin Dihilangkan
Salah satu bagian terpenting dari proses pendewasaan yang aku alami, yang rasanya ingin aku bagikan adalah pengalaman membiarkan. Terdengar asing? Setidaknya bagiku, dulu.
Sebagai certified over thinker, aku selalu give a damn tentang banyaaaak hal. Inginnya segala hal lekas selesai dengan baik dan benar. Tentu saja hidup, seperti yang kita tahu akan memberikan berbagai pelajaran, yang kudu dijalani sendiri, nggak boleh titip orang. Dalam kasusku, prosesnya penuh air mata, insomnia dan perasaan pesimis yang levelnya sungguh durjana.
![]() |
| Ilustrasi buatan sendiri |
Sebelumnya, HAI AKU KEMBALI MENULIS. Aku nggak pernah tahu ternyata akan ada masa di mana aku berhenti sama sekali menulis lalu kembali. What a LIFE! Ada banyaaak yang terjadi. Mari satu persatu aku ceritakan.
Kembali ke topik. Fase berhenti menulis itu adalah salah satu masa terkelam dalam hidup. Bagaimana mau menulis kalau bangun dari tempat tidur saja susah? Mungkin ada beberapa orang yang familiar dengan rasanya. Yang saat itu aku pikirkan adalah bagaimana caranya agar semua ini selesai? Bagaimana menemukan alasan, motivasi, energi dan kepercayaan untuk melanjutkan?
Kamis, 30 Januari 2020
MENONTON KIM JI YOUNG 1982, MELIHAT AKU DI DALAMNYA
![]() |
Photo by Han Chenxu on Unsplash
|




