Rabu, 05 Maret 2025

Komunitas Ramah-ramah

Setelah kembali merasakan jadi bagian dari masyarakat di rumah, aku jadi makin sering menyadari hal-hal kecil yang biasanya luput diperhatikan di kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah bagaimana sebuah komunitas tempat tinggal bekerja. 

Di sini tiap melewati atau dilewati, setiap orang akan saling menyapa kecil dan melempar senyum. Bahkan tidak jarang kemudian berhenti sejenak di tempat acak untuk ngobrol bertukar kabar. Lucu juga kadang kalau diperhatikan, bagaimana bahkan saat saling naik motor, membawa bocah atau bahkan sampah, Bapak-bapak tetap memilih berhenti di pinggir jalan untuk bercerita. 

Ilustrasi buatan sendiri

Kalau Ibu-ibunya karena tiap pagi ada pasar pagi yang buka, pokoknya siap-siap saja melihat pemandangan Ibu-ibu bergerombol mulai dari hanya 2 orang, hingga 5 sampai 6. Baru bubar kalau sudah ingat bahwa hari mulai siang dan mesti buat sarapan. Karenanya, kalau Mamaku pergi mau beli sayur di pasar pagi, aku sudah hapal dia baru akan kembali 1 jam lagi.

Minggu, 02 Maret 2025

Melihat Kematian dari Barang-barang yang Ditinggalkan

Pengalaman ditinggalkan karena kematian rasanya mungkin adalah salah satu perasaan paling menyakitkan yang ditakdirkan jadi satu ketetapan tidak terbantah pada tiap manusia.

Tidak peduli betapa kamu menyukai sendirian pasti ada hal yang lebih kita sukai dari sepi. Wajah-wajah yang kita harap jumpai setiap hari dan momen berbagi cerita yang kita nanti. Namun semuanya lalu berakhir dengan kata mati.

Ilustrasi buatan sendiri

Salah satu momen menyakitkan buatku terjadi terlalu awal, ketika masa ujian akhir di SMA. Aku masih ingat rasa khawatir yang mengganjal di tenggorokan, tiap melihat ada langkah kaki guru mendekat ke kelas. Menjulur-julurkan kepala, karena takut ada yang berbelok masuk lalu memberi kabar yang paling aku benci untuk dengar, mengingat di hari-hari itu Kakek tercinta terbaring lemah di ruang rawat intensif rumah sakit.

Sabtu, 01 Maret 2025

Perasaan Mengganjal yang Ingin Dihilangkan

Salah satu bagian terpenting dari proses pendewasaan yang aku alami, yang rasanya ingin aku bagikan adalah pengalaman membiarkan. Terdengar asing? Setidaknya bagiku, dulu.

Sebagai certified over thinker, aku selalu give a damn tentang banyaaaak hal. Inginnya segala hal lekas selesai dengan baik dan benar. Tentu saja hidup, seperti yang kita tahu akan memberikan berbagai pelajaran, yang kudu dijalani sendiri, nggak boleh titip orang. Dalam kasusku, prosesnya penuh air mata, insomnia dan perasaan pesimis yang levelnya sungguh durjana.

Ilustrasi buatan sendiri

Sebelumnya, HAI AKU KEMBALI MENULIS. Aku nggak pernah tahu ternyata akan ada masa di mana aku berhenti sama sekali menulis lalu kembali. What a LIFE! Ada banyaaak yang terjadi. Mari satu persatu aku ceritakan.

Kembali ke topik. Fase berhenti menulis itu adalah salah satu masa terkelam dalam hidup. Bagaimana mau menulis kalau bangun dari tempat tidur saja susah? Mungkin ada beberapa orang yang familiar dengan rasanya. Yang saat itu aku pikirkan adalah bagaimana caranya agar semua ini selesai? Bagaimana menemukan alasan, motivasi, energi dan kepercayaan untuk melanjutkan?

Selasa, 25 Juli 2023

Rumah Pamanku Kecil Tapi Isinya Banyak


Photo by Luke Stackpoole on Unsplash


Rumah pamanku ada di desa. 

Ukurannya kecil saja.

Tapi dia punya semua.

Setiap pergi ke sana, aku selalu menemukan benda-benda menarik.

Ada raket tua, kursi kerja, kandang ayam, kipas angin buatan tangan.


Selasa, 19 Oktober 2021

Squid Game dalam Tagar

 

Photo by Vadim Bogulov on Unsplash           


Hype Squid Game masih terasa, simpulkecil mau ikutan juga bikin tulisan tentangnya.

Squid Game daripada hanya cerita tentang pertarungan bertahan hidup yang jadi ribut karena katanya hasil contekan sana sini, aku lebih suka membicarakannya dari sisi lain. Bagaimana ia dengan gamblang mendongengkan hubungan miskin kaya.

Highlight adegan: Ketika semua orang ketakutan setelah permainan pertama, lalu melakukan voting untuk menentukan nasib selanjutnya.

Bisa dilihat bagaimana orang-orang yang punya kuasa seolah memberi pilihan. Padahal itu semua adalah bagian dari permainan. Berlagak malaikat dan menawarkan opsi. Setelah sebelumnya diam-diam mengumpulkan informasi dan berpangku tangan melihat ketidak adilan di depan mata. Orang-orang berkuasa itu tidak peduli. 

PHK, ketidak adilan upah, masa depan orang yang keluar dari penjara atau yang ingin minta suaka. Tidak ada makan siang gratis di atas meja.

Senin, 22 Juni 2020

Pria Manis

Pria manis? Sebuah judul yang janggal bukan? Pria biasanya lebih identik dengan sifat kuat, besar, gagah dan perkasa. Sedang manis lekat dengan gambaran tentang wanita. 

Photo by Clem Onojeghuo on Unsplash

Menurut temanku, secara garis besar ini ada kaitannya dengan nilai patriarki yang telah ada dan kita, manusia, internalisasi dalam kehidupan sehari-hari sekian lama. Sekelompok orang merasa jauh lebih tinggi derajatnya karena memiliki perangkat tertentu yang tertempel di dirinya.

Sabtu, 06 Juni 2020

Tentang Durhaka

Beberapa waktu yang lalu aku membaca curahan hati seorang gadis di media sosial tentang bagaimana sang ibu menolak calon suami yang dia ajukan, malah memilih untuk menyodorkan calon baru sebagai pendamping tanpa komunikasi yang memadai untuk bisa bertukar pikiran dan saling melegakan keputusan. Saat itu aku yang (seperti biasa) SOK TAU membalas dengan berapi-api mengenai betapa pentingnya untuk memulai komunikasi dan melemparkan berbagai saran agar teguh pendirian, bahwa kamu punya hak untuk memilih kehidupan di masa depan bla bla bla...

Photo by Velizar Ivanov on Unsplash

Sampai sore ini tiba-tiba sebuah pemahaman baru menghantamku saat sedang melamun sembari makan (jangan ditiru!!). Bagaimana jika alih-alih hanya bingung, anak yang curhat itu sebenarnya adalah sebuah representasi dari sebagian anak-anak di dunia ini yang tidak memiliki keistimewaan untuk bisa berkomunikasi secara terbuka dengan orang tuanya?