Selasa, 22 Mei 2018

Rute dan Tips Bepergian Sendiri dari Bandar Lampung ke Kediri



Sudah baca tulisan-tulisanku sebelumnya tentang betapa hecticnya kalau kamu baru pertama kali bepergian sendirian ke luar kota? Dan karena aku nggak mau hal-hal itu juga terjadi ke kamu, aku bagikan rute dan tips yang semoga saja berguna untuk digunakan ya.

Simpang Lima Gumul
Credit Pic Merdeka.com
(Belum ada dokumen pribadi, karena belum sempat foto di sini)

Pertama, jika kamu akan ke Kediri saran bus yang harus diambil adalah Rosalia Indah. Karena menurut informasi dari Ibu-ibu yang aku temui ketika beli tiket bus waktu itu, hanya Rosalia Indah yang punya trayek Lampung-Kediri.  Langsung ke loketnya saja jangan ke Terminal Rajabasa!!

Beli tiket beberapa hari sebelum berangkat, untuk memastikan kamu kebagian kursi dan bisa memilih dapat tempat diinginkan. Oh iya, selain datang langsung ke loket Rosalia Indah di Way Halim kamu juga bisa memesannya di website Rosalia-indah.co.id. Untuk yang memutuskan pesan via online aku nggak tahu lebih lengkap tentang caranya. Coba dibaca saja caranya di website ya. Sepertinya untuk yang pesan online, setelahnya kamu tetap harus check in di loket sebelum berangkat.

Untuk Kamu yang Punya Mimpi Bepergian Sendiri

Pagi ini aku bangun dengan pemandangan yang jauh berbeda dari yang biasanya aku lihat. Berbeda dari yang bertahun-tahun aku lewati. Tidak terasa berada di tempat berbeda ini telah memasuki pekan kedua. Ada hal-hal yang sesuai ekspektasi namun lebih banyak kejutannya. Tapi semuanya harus dijalani, sendiri.
Cr. pic Freepik.com
Aku pikir ini adalah hal terbaik dari melakukan perjalanan sendiri, kamu tidak benar-benar bisa bergantung pada seseorang. Salah satu jalan untuk menyembuhkan berbagai sakit yang aku derita di dalam. Tidak terikat secara emosional dengan seseorang, dengan sebuah tempat, sungguh melegakan.

Selasa, 15 Mei 2018

Clumsy Marli: Cerita Perjalanan Sendiri, Hari Pertama

Di tiket tertulis pukul 14:30 WIB untuk menunggu bus keberangkatan. Sepanjang pagi aku bosan. Pakaian sudah masuk ke tas. Main hp males, tidur sudah kenyang, makan belum lapar.

Pukul 10 lewat memutuskan bergerak dari ranjang untuk membeli makan. Lanjut melipat seprai bantal dan kasur, menyapu lantai dan membuang sampah ke depan. Mandi, dandan lalu ingat harus ambil dan transfer uang untuk kosan di sana. Berangkat ke Minimarket Surya yang letaknya cukup dekat dan ATM BNI di depannya yang selalu jadi langganan. Drama dimulai. Mas-mas yang terlebih dahulu ada di bilik ATM keluar dan berkata, “uangnya habis, Mbak.”  Hm okelah. Order Gojek lagi sekarang pindah ke ATM dekat kampus. Selesai transfer balik ke kosan. Langit mulai mendung, deg-deg an takut keburu hujan. Pukul 14: 40 WIB akhirnyaaaaa berangkat ditemani rengekan tanya adik-adik kosan bertanya tujuan keberangkatan tapi aku hanya jawab dengan senyum sembari lari-lari kecil.
Cr. pic Freepik.com

Senin, 14 Mei 2018

Motivasi dan Persiapan Keberangkatan Perjalanan Solo Pertama

Melakukan perjalanan sendiri? Bahkan aku nggak pernah mimpi. Seumur hidup mengenal diri sebagai seseorang yang memiliki 0 pengalaman dan pengetahuan terkait jalan-jalan membuat aku lebih suka berada disebuah ruangan beratap dan berdinding, ada pendingin, smartphone full battery, sambungan wifi dan jajan sebagai sebuah liburan. 

Cr. pic I don't even remember where I get this. Probably from pinterest.com


Tapi beberapa waktu yang lalu setelah sempat merasa sakit lalu didorong banyaknya influencer dan bacaan yang mendukung pergi sendiri dan skip rutinitas, membuat aku mulai memiliki motivasi. Awal tahun, aku menulis untuk pergi ke luar kota dalam 1 dari urut harapan. Dan tahukah kamu? Setelah menjalani mimpi itu dan mampu mencoret satu dari beberapa di dalamnya sungguh membuat aku merasa bangga for no one but myself. 

Cr. pic GoGirl! Instagram photo

Jumat, 20 April 2018

Tentang Anak Korban Perceraian

Kali ini aku mau menulis sesuatu yang cenderung greget. Sebenarnya sudah cukup lama dirasa mengganjal namun baru sekarang ada kesempatan menuliskan dan membagikannya.


Topik tentang perceraian bisa dikatakan masih sangat sensitif untuk dibicarakan di Indonesia. Berbagai stigma negatif yang mengikuti, belum lagi larangan agama serta nilai sosial yang ada membuat pembicaraan tentang perceraian biasanya berhenti pada ajang gosip antar tetangga.


Sebagai seseorang yang belum menikah dan bukan berasal dari keluarga yang bercerai sebenarnya inti tulisan ini apa sih?--Jadi di sini aku ingin menyoroti tentang satu topik mengenai perceraian yang jarang sekali dibicarakan.

Cr. image Freepik (free to use) 

Minggu, 15 April 2018

Muslim, Mode dan Fenomena Hijrah

Kita mungkin rata-rata telah khatam akan pemahaman atas aurat, batasannya dan betapa Islam menaruh perhatian lebih pada hal ini, tapi bagaimana dengan gaya busana yang masing-masing kita pilih dan menggambarkan jati diri bagi fenomena hijrah yang kian marak sekarang? Ada pengaruhnya kah? Perlu jadi perhatian kah?


Sebagai seorang muslimah yang masih terus belajar memperbaiki diri dan mencintai agama ini secara ikhlas dan tulus, tidak bisa dipungkiri salah satu hal yang aku syukuri dari aturan dalam Islam adalah perihal pakaian. Keindahan lewat bermacam pemahaman, latar belakang dan lokasi penyebaran adalah beberapa alasan betapa mode dalam pakaian muslim muslimah diseluruh dunia ini sangat beragam dan bisa jadi sebagai satu dari beberapa alasan seseorang untuk hijrah dan mengenal lebih jauh tentang Islam.

Cr pic. Freepik

Sabtu, 14 April 2018

Cacing di Makanan dan Berbagai Hak Konsumsi Kita di Indonesia

Beberapa waktu lalu jagad maya dikagetkan dengan unggahan salah satu pengguna media sosial. Ia menemukan adanya cacing disalah satu makanan kalengan yang kemudian kita tahu setelah informasi ini viral, ternyata ditemukan juga diproduk sejenis dengan berbagai merk dan tersebar hampir diseluruh wilayah di Indonesia. Pemerintah kalang kabut, Ibu-ibu makin galau memilih menu, anak kosan semakin sulit mencukupi kebutuhan gizi dengan informasi tersebut.


Gambar diambil dari Freepik.com (bebas digunakan)


Meninggalkan kelanjutan kasusnya yang masih terus diselidiki dan dicari titik temu solusinya oleh pemerintah dan berbagai instansi terkait, ada satu hal yang lalu menggelitik keingin tahuanku setelah mengikuti kasus ini. Jadi sejauh mana sih sebenarnya negara mempunyai kewajiban melindungi warga negaranya yang merupakan konsumen dari sebuah produk di Indonesia dan dilain pihak sebagai konsumen, hal apa yang harusnya kita ketahui terkait hak dan kewajiban kita terhadap produk yang kita konsumsi? Kamu juga mau tahu? Yuk kita cari tahu bersama.