Jumat, 20 April 2018

Tentang Anak Korban Perceraian

Kali ini aku mau menulis sesuatu yang cenderung greget. Sebenarnya sudah cukup lama dirasa mengganjal namun baru sekarang ada kesempatan menuliskan dan membagikannya.


Topik tentang perceraian bisa dikatakan masih sangat sensitif untuk dibicarakan di Indonesia. Berbagai stigma negatif yang mengikuti, belum lagi larangan agama serta nilai sosial yang ada membuat pembicaraan tentang perceraian biasanya berhenti pada ajang gosip antar tetangga.


Sebagai seseorang yang belum menikah dan bukan berasal dari keluarga yang bercerai sebenarnya inti tulisan ini apa sih?--Jadi di sini aku ingin menyoroti tentang satu topik mengenai perceraian yang jarang sekali dibicarakan.

Cr. image Freepik (free to use) 

Minggu, 15 April 2018

Muslim, Mode dan Fenomena Hijrah

Kita mungkin rata-rata telah khatam akan pemahaman atas aurat, batasannya dan betapa Islam menaruh perhatian lebih pada hal ini, tapi bagaimana dengan gaya busana yang masing-masing kita pilih dan menggambarkan jati diri bagi fenomena hijrah yang kian marak sekarang? Ada pengaruhnya kah? Perlu jadi perhatian kah?


Sebagai seorang muslimah yang masih terus belajar memperbaiki diri dan mencintai agama ini secara ikhlas dan tulus, tidak bisa dipungkiri salah satu hal yang aku syukuri dari aturan dalam Islam adalah perihal pakaian. Keindahan lewat bermacam pemahaman, latar belakang dan lokasi penyebaran adalah beberapa alasan betapa mode dalam pakaian muslim muslimah diseluruh dunia ini sangat beragam dan bisa jadi sebagai satu dari beberapa alasan seseorang untuk hijrah dan mengenal lebih jauh tentang Islam.

Cr pic. Freepik

Sabtu, 14 April 2018

Cacing di Makanan dan Berbagai Hak Konsumsi Kita di Indonesia

Beberapa waktu lalu jagad maya dikagetkan dengan unggahan salah satu pengguna media sosial. Ia menemukan adanya cacing disalah satu makanan kalengan yang kemudian kita tahu setelah informasi ini viral, ternyata ditemukan juga diproduk sejenis dengan berbagai merk dan tersebar hampir diseluruh wilayah di Indonesia. Pemerintah kalang kabut, Ibu-ibu makin galau memilih menu, anak kosan semakin sulit mencukupi kebutuhan gizi dengan informasi tersebut.


Gambar diambil dari Freepik.com (bebas digunakan)


Meninggalkan kelanjutan kasusnya yang masih terus diselidiki dan dicari titik temu solusinya oleh pemerintah dan berbagai instansi terkait, ada satu hal yang lalu menggelitik keingin tahuanku setelah mengikuti kasus ini. Jadi sejauh mana sih sebenarnya negara mempunyai kewajiban melindungi warga negaranya yang merupakan konsumen dari sebuah produk di Indonesia dan dilain pihak sebagai konsumen, hal apa yang harusnya kita ketahui terkait hak dan kewajiban kita terhadap produk yang kita konsumsi? Kamu juga mau tahu? Yuk kita cari tahu bersama.

Jumat, 13 April 2018

Kisah Sedih dan Cerita Awalku Mengenal Asuransi

Ada sebuah trauma cukup besar dalam keluarga kami ketika paman (adik Mama) di PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja, begitu saja. Tanpa uang ganti rugi yang setimpal.


Ketika itu aku masih terlalu kecil untuk mengerti apa yang terjadi, tapi suasana yang tercipta di suatu sore di bulan Ramadhan beberapa tahun yang lalu itu masih membekas hingga hari ini. Paman yang biasanya pulang dengan menebeng mobil truk pabrik tiba dengan wajah pias.

Cr pic. Freepik (free to use)

Setelah memasuki pintu rumah dengan salam yang terucap pelan, lurus ia bergerak langsung ke kamar.
Sore yang tenang, seperti sore-sore yang lain. Aku yang memang terbiasa menghabiskan libur sekolah di rumah Paman tidak pernah menduga, sejak hari itu kehidupan Paman yang diingatanku selalu tersenyum cerah dan membawa banyak daging pulang untuk dimasak guna santapan idul fitri di rumah, tidak akan pernah sama lagi.

Senin, 26 Maret 2018

Tiket Kereta Lebaran, Gratis Makanan? Cari Tahu Cara Mendapatkannya Di Sini

Hai pembaca, omong-omong sudah H-80 menuju perayaan lebaran 2018 nih. Jadi sudah  persiapan apa saja? Untuk yang perempuan, hutang puasa tahun lalu sudah selesai dituntaskan? Yang berniat kurban tahun ini, jangan lupa mulai menabung dari sekarang. Untuk masalah kudapan, ikut arisan kue lebaran juga baik untuk dilakukan dan tentu saja topik yang paling sering jadi bahan obrolan tiap tahun, persiapan mudik lebaran sudah sampai mana dilakukan? Untuk yang akan pulang kampung menemui keluarga, wajib sekali untuk segera membeli tiket transportasi jauh-jauh hari sebelum mendekati hari H, karena seperti kalimat yang sering kita dengar di situs belanja daring, “besok harga naik”. Begitu pun tiket transportasi, semakin mepet, makin mahal gila-gilaan. Khusus untuk kamu yang ingin pulang kampung menggunakan moda transportasi kereta api, tiket kereta lebaran 2018 sudah bisa kamu pesan mulai dari sekarang.

Gambar dari website Tiket.com

Nah kebetulan lewat tulisan ini, aku akan berbagi informasi terkait salah satu sarana transportasi di Indonesia yang tengah naik daun tersebut. Informasi yang akan secara jelas aku ulas di bawah ialah tentang pemesanan tiket kereta lebaran 2018.

Sebelumnya, tahukah kamu bahwa tiap tahun pengguna transportasi kereta api untuk mudik lebaran terus meningkat? Di kutip dari Tempo, PT KAI mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang yang diangkut selama masa mudik 2017 dibanding tahun sebelumnya.  
“H-10 hingga H-2 terjadi kenaikan. Tahun ini, kita mengangkut 341.605 penumpang. Tahun lalu 295.605 penumpang,” ujar Senior Manager Humas PT KAI Daerah Operasi 1, Suprapto, soal arus mudik 2017 di Kebon Siri, Jakarta Pusat, Jumat 23 Juni 2017.
Meski sampai sekarang belum ada prediksi dari kalangan ahli terkait naik atau turunnya penggunaan transportasi umum khususnya kereta api untuk mudik lebaran 2018, dilihat dari trend transportasi sekarang sepertinya keadaan di 2017 bisa saja terulang di tahun ini. Karena dilihat dari berbagai aspek, pulang kampung dengan kereta api memang punya banyak kelebihan dibanding moda transportasi lain. Mulai dari bebas macet hingga pemandangan yang bisa dinikmati di kiri kanan jendela. Secara pribadi sebagai salah satu pengguna transportasi umum, aku pun sangat menikmati bepergian menggunakan kereta api, selain karena alasan yang telah disebutkan sebelumnya, juga karena kereta api bisa mengurangi rasa mual saat bepergian jauh karena kecepatan dan gerakannya yang statis, tidak seperti bus atau kapal penumpang yang cenderung banyak gerakan hingga bisa menimbulkan rasa mual.

Belum lagi peningkatan fasilitas dan layanan yang signifikan dari PT KAI semakin membuat penumpang dimanjakan. Mulai dari larangan berdiri atau duduk di gerbong, larangan adanya penjual asongan masuk dan menjajakan dagangan juga aturan yang melarang penumpang merokok di dalam gerbong. Semakin nikmat rasanya menghabiskan waktu di dalam kereta.

Kamis, 04 Mei 2017

Menjadi Perempuan Indonesia, di antara Dilema Kesetaraan dan Kepatutan


 Gambar diambil dari pinterest
Hal paling inspiratif dari perjuangan Kartini adalah karena Ia melakukannya untuk kebermanfaatan dan kehormatan perempuan Nusantara bukan hanya kepentingan pribadinya.

21 April hanya akan menjadi parade kebaya dan sanggul jika kita lupa makna perjuangan yang sebenarnya. Atau hanya akan jadi sebuah pagelaran kontes minim renungan jika kita hanya sekilas terpukau pada kutipan-kutipan kata tanpa mau meneladani perjuangan dan kerja keras simbol perempuan Nusantara, Raden Ajeng Kartini, yang semoga selalu terberkati oleh Yang Maha Esa.

Menjadi perempuan bagi ku (dan mungkin dirasa juga oleh perempuan lainnya) adalah sebuah keberkahan sekaligus juga jalan terbentang panjang atas nama kehormatan dan kesetaraan. Menjadi perempuan Indonesia, khususnya, telah lama seolah digambarkan sebagai manusia kelas dua, yang tidak perlu terlalu cerdas, terlalu kaya, dan ter ter lainnya yang menunjukkan kelebihan hingga membuat laki-laki merasa kecil dan rendah diri.

Selasa, 25 April 2017

Ia Muncul Lagi



Image by weheartit

Mimpi itu lagi. Setelah sempat tidak pernah hadir, kini semua seperti kembali ke awal. Besok akan hari jadi yang panjang, harus kembali menemui dokter dan menjawab serta menjalani berbagai pertanyaan dan perawatan. Membayangkannya saja sudah membuat lelah. Sekarang apa yang harus kulakukan setelah terbangun di tengah malam?

Lelaki 28 tahun itu lalu beranjak dari kasurnya yang terbilang cukup besar, ia mengeratkan kembali tali piama tidur berwarna coklat yang ia kenakan. Harapan untuk tidur lebih lama telah hilang seiring semakin seringnya mimpi buruk datang pada beberapa hari belakangan. Ia memutuskan membuat coklat panas dan mengambil buku catatan.

Buku yang sempat ia tidak sentuh karena berkurangnya intensitas mimpi buruk. Dokter tempatnya mendapat bantuan kejiwaan mengatakan ia harus kembali melakukan treatment semula, saat ia datang mengeluh pekan lalu.

Lelaki dengan mata tajam itu membuka buku catatan bersampul coklat, di dalamnya terdapat banyak catatan. Di halaman-halaman awal, tulisan yang tergores terlihat acak-acakan. Seolah yang menulis tengah ketakutan. Ia ingat saat itu, di awal menulis catatan, mimpi yang mendatanginya begitu mengerikan.
Ia melihat banyak anak panah berterbangan di atas kepala. Takut juga bingung yang ia rasakan di mimpi, anehnya terbawa hingga ia bangun. Bahkan jika gambaram mimpi kian jelas, maka seharian mood dan pikirannya tersita, ia tidak bisa berpikir seperti biasa.