Senin, 26 Maret 2018

Tiket Kereta Lebaran, Gratis Makanan? Cari Tahu Cara Mendapatkannya Di Sini

Hai pembaca, omong-omong sudah H-80 menuju perayaan lebaran 2018 nih. Jadi sudah  persiapan apa saja? Untuk yang perempuan, hutang puasa tahun lalu sudah selesai dituntaskan? Yang berniat kurban tahun ini, jangan lupa mulai menabung dari sekarang. Untuk masalah kudapan, ikut arisan kue lebaran juga baik untuk dilakukan dan tentu saja topik yang paling sering jadi bahan obrolan tiap tahun, persiapan mudik lebaran sudah sampai mana dilakukan? Untuk yang akan pulang kampung menemui keluarga, wajib sekali untuk segera membeli tiket transportasi jauh-jauh hari sebelum mendekati hari H, karena seperti kalimat yang sering kita dengar di situs belanja daring, “besok harga naik”. Begitu pun tiket transportasi, semakin mepet, makin mahal gila-gilaan. Khusus untuk kamu yang ingin pulang kampung menggunakan moda transportasi kereta api, tiket kereta lebaran 2018 sudah bisa kamu pesan mulai dari sekarang.

Gambar dari website Tiket.com

Nah kebetulan lewat tulisan ini, aku akan berbagi informasi terkait salah satu sarana transportasi di Indonesia yang tengah naik daun tersebut. Informasi yang akan secara jelas aku ulas di bawah ialah tentang pemesanan tiket kereta lebaran 2018.

Sebelumnya, tahukah kamu bahwa tiap tahun pengguna transportasi kereta api untuk mudik lebaran terus meningkat? Di kutip dari Tempo, PT KAI mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang yang diangkut selama masa mudik 2017 dibanding tahun sebelumnya.  
“H-10 hingga H-2 terjadi kenaikan. Tahun ini, kita mengangkut 341.605 penumpang. Tahun lalu 295.605 penumpang,” ujar Senior Manager Humas PT KAI Daerah Operasi 1, Suprapto, soal arus mudik 2017 di Kebon Siri, Jakarta Pusat, Jumat 23 Juni 2017.
Meski sampai sekarang belum ada prediksi dari kalangan ahli terkait naik atau turunnya penggunaan transportasi umum khususnya kereta api untuk mudik lebaran 2018, dilihat dari trend transportasi sekarang sepertinya keadaan di 2017 bisa saja terulang di tahun ini. Karena dilihat dari berbagai aspek, pulang kampung dengan kereta api memang punya banyak kelebihan dibanding moda transportasi lain. Mulai dari bebas macet hingga pemandangan yang bisa dinikmati di kiri kanan jendela. Secara pribadi sebagai salah satu pengguna transportasi umum, aku pun sangat menikmati bepergian menggunakan kereta api, selain karena alasan yang telah disebutkan sebelumnya, juga karena kereta api bisa mengurangi rasa mual saat bepergian jauh karena kecepatan dan gerakannya yang statis, tidak seperti bus atau kapal penumpang yang cenderung banyak gerakan hingga bisa menimbulkan rasa mual.

Belum lagi peningkatan fasilitas dan layanan yang signifikan dari PT KAI semakin membuat penumpang dimanjakan. Mulai dari larangan berdiri atau duduk di gerbong, larangan adanya penjual asongan masuk dan menjajakan dagangan juga aturan yang melarang penumpang merokok di dalam gerbong. Semakin nikmat rasanya menghabiskan waktu di dalam kereta.

Kamis, 04 Mei 2017

Menjadi Perempuan Indonesia, di antara Dilema Kesetaraan dan Kepatutan


 Gambar diambil dari pinterest
Hal paling inspiratif dari perjuangan Kartini adalah karena Ia melakukannya untuk kebermanfaatan dan kehormatan perempuan Nusantara bukan hanya kepentingan pribadinya.

21 April hanya akan menjadi parade kebaya dan sanggul jika kita lupa makna perjuangan yang sebenarnya. Atau hanya akan jadi sebuah pagelaran kontes minim renungan jika kita hanya sekilas terpukau pada kutipan-kutipan kata tanpa mau meneladani perjuangan dan kerja keras simbol perempuan Nusantara, Raden Ajeng Kartini, yang semoga selalu terberkati oleh Yang Maha Esa.

Menjadi perempuan bagi ku (dan mungkin dirasa juga oleh perempuan lainnya) adalah sebuah keberkahan sekaligus juga jalan terbentang panjang atas nama kehormatan dan kesetaraan. Menjadi perempuan Indonesia, khususnya, telah lama seolah digambarkan sebagai manusia kelas dua, yang tidak perlu terlalu cerdas, terlalu kaya, dan ter ter lainnya yang menunjukkan kelebihan hingga membuat laki-laki merasa kecil dan rendah diri.

Selasa, 25 April 2017

Ia Muncul Lagi



Image by weheartit

Mimpi itu lagi. Setelah sempat tidak pernah hadir, kini semua seperti kembali ke awal. Besok akan hari jadi yang panjang, harus kembali menemui dokter dan menjawab serta menjalani berbagai pertanyaan dan perawatan. Membayangkannya saja sudah membuat lelah. Sekarang apa yang harus kulakukan setelah terbangun di tengah malam?

Lelaki 28 tahun itu lalu beranjak dari kasurnya yang terbilang cukup besar, ia mengeratkan kembali tali piama tidur berwarna coklat yang ia kenakan. Harapan untuk tidur lebih lama telah hilang seiring semakin seringnya mimpi buruk datang pada beberapa hari belakangan. Ia memutuskan membuat coklat panas dan mengambil buku catatan.

Buku yang sempat ia tidak sentuh karena berkurangnya intensitas mimpi buruk. Dokter tempatnya mendapat bantuan kejiwaan mengatakan ia harus kembali melakukan treatment semula, saat ia datang mengeluh pekan lalu.

Lelaki dengan mata tajam itu membuka buku catatan bersampul coklat, di dalamnya terdapat banyak catatan. Di halaman-halaman awal, tulisan yang tergores terlihat acak-acakan. Seolah yang menulis tengah ketakutan. Ia ingat saat itu, di awal menulis catatan, mimpi yang mendatanginya begitu mengerikan.
Ia melihat banyak anak panah berterbangan di atas kepala. Takut juga bingung yang ia rasakan di mimpi, anehnya terbawa hingga ia bangun. Bahkan jika gambaram mimpi kian jelas, maka seharian mood dan pikirannya tersita, ia tidak bisa berpikir seperti biasa.

Minggu, 23 April 2017

Di antara Daun Gugur

image by weheartit

‘Kamu masih suka musim gugur?’
Aku tidak ingat sebelumnya pernah begitu kaget dan menoleh secepat kilat seperti yang kulakukan sekarang.
‘Kamu masih ingat?’, tanyaku memastikan.
Kamu tertawa pelan dengan tangan kanan yang menutup bibir, seolah takut aku mengintip.
‘Tentu saja, pria lucu. Aku selalu ingat.’
Dan disinilah aku, di tengah merahnya senja. Merasa angin yang menerpaku mendingin. Jaket ku eratkan ke tubuh. Angin musim gugur.
.

Untuk Perempuan yang Merindukan Pelukan


image by pinterest

‘Aku tidak pernah memilih dilahirkan sebagai perempuan’, gumammu senja itu. 
Begitu datar, tidak terbaca.
Aku diam karena bingung memberi balasan atau kamu memang tidak butuh itu?
Lalu seperti senja hari-hari sebelumnya, kita mengisi tiap pertemuan dengan lebih banyak diam.
.
Sebagai seorang lelaki lumayan mapan di usia matang, aku telah mengenal banyak macam dari kaummu.
Hingga aku bisa menyimpulkan satu pernyataan, ‘kalian semua bagaimanapun beda rupa, latar belakang, karakter dan lainnya selalu punya satu pandangan yang serupa.’
.

Senin, 10 April 2017

Pemuja Kebahagiaan

picture from pinterest

Sejak kecil kisah sang putri yang hidup bahagia selamanya adalah mimpi tiap kita. Bahagia dalam definisi memiliki suami pangeran, tinggal di istana dan bangun tiap hari tanpa takut mendengar cerca ibu tiri dan teriakan saudara perempuan.
Saat Ibu menutup buku, kamu menutup bibir membentuk garis lurus, Tersenyum. Membayangkan kelak masa depan bagai sebuah garis lurus yang kamu tempelkan tujuan hidup di ujungnya, bahagia.
***

Bahagia apa harus selalu hal yang terungkap mata? Apa harus selalu terlihat rupa dan bisa disentuh tiap jari dan indera?

Kamis, 30 Maret 2017

Sendirian

Image From Pinterest

Salah satu hal paling menyedihkan di dunia ini adalah ketika kamu sadar seseorang yang kamu kenal dan temani bertahun lamanya ternyata tidak juga mengenalmu dengan baik.
Tidak mengenal kerapuhan hatimu. Ketakutan-ketakutanmu.

Malam ini aku duduk ditemani suara merdu duo Band Indie kesukaan bangsa, Banda Neira, yang secara mengagetkan memutuskan bubar belum lama.
Sembari bersandar di dinding. Berpikir.

2 tahun belakangan adalah waktu paling tenang sekaligus paling gaduh.
Aku menyadari banyak hal yang sebelumnya luput, entah karena kenaifan, entah karena usia muda membuat pengalaman dan pemahamanku masih terhitung jari tangan.