Rabu, 11 Maret 2020

Mengenal Diri Sendiri

Beberapa waktu belakangan I do realize a lot of things about myself. Karena sedang ada waktu untuk 'melihat ke dalam' lebih sering dan ingin menulis hal-hal personal yang ternyata resonate dengan lebih banyak pembaca.

2 hari kemarin sedang menikmati menonton salah satu reality show Korea berjudul Handsome Tigers yang awalnya dilakukan benar-benar tanpa rencana. "Ah coba 1 episode saja," pikirku, karena tidak begitu paham dengan cara bermain dan menikmati permainan basket, yang merupakan inti acara ini.


Eh ternyata selain jadi jatuh cinta dengan tension cepat ala basket, jadi punya kesempatan belajar mengenali diri sendiri lewat beberapa scene. Salah satunya adalah betapa lemahnya aku dalam mengikuti perintah cepat. Seperti yang kalian tahu jika membaca blog ini, i define myself as seseorang dengan kecenderungan melihat dan memutuskan berbagai hal dengan menggunakan sisi emosional yang dominan.
Sedang dibeberapa cuplikan Handsome Tigers, pelatih mereka yakni Seo Jang Hoon, seringnya mengajarkan taktik cepat tanpa penjelasan.

Jumat, 06 Maret 2020

John Mulaney and My Anxiety

Today I offer you one of story about my favorite person in the world.
Honestly it’s really frightened me when I need to talk about people that I like, because afraid one day they will become the worst one (I think it’s just part of my anxiety who talk). 
Have an good image for people who still alive and can change in future kinda juggling your emotion, right?


google images

Selasa, 03 Maret 2020

Alpha Female

Istilah baru muncul lagi, kini untuk menandai perempuan kuat, berani dan mandiri, society tidak lagi hanya menyebutnya feminis. Istilah Alpha Female, diambil dari studi tentang hewan dan atau individu dengan peringkat tertinggi. Istilah ini merujuk bagaimana perempuan-perempuan yang disebut Alpha terlihat mendominasi dan percaya diri.

Photo by joel herzog on Unsplash

Tapi belakangan sebagaimana banyak hal di dunia ini, perspektif tentang Alpha Female semakin melebar dengan tambahan ciri khas-ciri khas baru yang merujuk pada pengalaman pribadi.
Membuat aku ingin membedahnya dengan perspektif sendiri.

Rabu, 26 Februari 2020

Hai Extrovert

Sebagai introvert yang nyaris hanya memiliki 3 teman dari 3 lingkaran pertemanan yang berbeda, aku angkat topi pada para extrovert. Walau tidak jarang dibuat keki dan sakit hati sendiri bila mereka mulai overwhelming dengan lingkaran pertemanan dan janji temu yang tidak ada habisnya.
Untuk itu aku sangat mengagumi sedikit dari para extrovert yang mampu merawat berbagai perbedaan lingkungan pertemanan yang dipunyainya dengan sangat baik.

Photo by Duy Pham on Unsplash

Kamis, 13 Februari 2020

Mengendarai Ekspektasi

Berharap yang terbaik tanpa harus membandingkan dengan kehidupan orang lain.
Kemampuan mengendalikan diri dalam hidup adalah keharusan.
Seperti ketika kamu melihat hal-hal indah di media sosial atau saat temanmu bercerita hal baik yang dialaminya seharian.
Apakah kamu akan mengasihani diri atau justru termotivasi?
Rasa iri dan iba katanya, hanya tipis jaraknya.


Kamu hanya mendengar yang mau mereka bagi, biasanya hanya keindahan di awal hari.
Kamu hanya melihat yang ingin mereka ceritakan, biasanya hanya senyum dan keriangan

Mengendarai ekspektasi.
Jangan terlalu tinggi namun juga jangan terlalu hati-hati.
Jangan ceroboh namun juga jangan bodoh dan terus menunda.
Rasa iri dan iba katanya, hanya tipis jaraknya.

Rabu, 12 Februari 2020

Aku Bucin?

Bulan Februari yang katanya bulan penuh cinta sepertinya berhasil membangkitkan sel romantis didiriku untuk bercerita tema-tema hati. Setelah kemarin mendapat berbagai opini terkait putus, sekarang ingin berbagi perspektif berbeda tentang bucin alias budak cinta.

Photo by Carolyn V on Unsplash

Konotasi negatif menempel pada istilah ini, di media sosial kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tengah dimabuk kepayang hingga melakukan hal-hal yang cenderung berlebihan.
Kamu termasuk juga?

Senin, 10 Februari 2020

Bahas Putus, Yuk

Sebagai orang yang sering dicurhati tapi minim pengalaman tentang hubungan percintaan, hari ini aku ingin berbagi perspektif. Ceritanya tentang bagaimana hubungan yang berjalan sekian lama bisa dilihat dari perspektif yang berbeda.


Beberapa waktu lalu, seseorang yang aku kenal baru saja mempublikasikan diri telah mengakhiri hubungan dengan sang kekasih yang telah berjalan selama kurang lebih 7 tahun lamanya. Mereka bersama sejak bangku kuliah strata 1. Si lelaki kemudian melanjutkan dengan bekerja dibidang hiburan, si gadis juga sama. Namun ia melakukannya dari negara yang jauh, Inggris Raya.

Ya, Mbak M sebut saja, memilih untuk melanjutkan pendidikan ke negeri sebrang sembari melebarkan sayap di dunia permodelan. Layaknya muda mudi usia dewasa muda mereka terlihat baik-baik saja. Beberapa kali jalan bersama terakhir malah liburan ke Jepang jadi pilihan mengisi waktu saat Mbak M pulang.