Assalamualaikum, Pak Ustaz, Izin bertanya. Anak saya susah sekali diomingi, bagaimana ya caranya semua dia jadi sadar dan nurut?
![]() |
Photo by Mohamed Nohassi on Unsplash
|
Semenjak kembali ke rumah dan mendapati tiap pagi televisi dinyalakan
untuk mendengar ceramah, ada sesuatu yang terasa mengganjal di hati. Ditambah
dengan sayup-sayup penggalan ceramah Ustaz tersohor yang kerap terdengar dari
telpon pintar Ibu. Saya mendapati sebuah fakta bahwa hampir ditiap ceramah yang
populer sekarang (selain tentu seputar politik dan keberpihakan) selalu
didapati judul yang melibatkan anak sebagai objeknya. Menjadikan anak berbakti
lah, doa dan amalan agar anak menjadi penurut dan lain sebagainya.
Tanpa mencoba sok tahu, saya paham kebanyakan peserta yang
mendengarkan adalah orang tua, khususnya kaum Ibu. Dan anak adalah topik yang
menarik, dekat dengan keseharian serta bisa jadi pengikat rasa senasib
sepenanggungan .
Tapi sesederhana bahwa Ibu juga adalah manusia dewasa yang
punya kewajiban macam-macam, bukankah seringnya pemilihan judul ceramah seperti
ini justru membuat kian kecil wilayah yang mestinya mereka pahami dan beri
perhatian?
