Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Januari 2020

Rumah Kita Bersama, Indonesia



“Kalau kita temenan sama mereka, nanti kita masuk neraka ya, Kak?” suatu hari seorang gadis cilik mendatangiku untuk bertanya. Dengan mengernyitkan dahi aku melihat ke arahnya lalu duduk menyejajarkan pandangan kami berdua. Tepat di bola matanya yang hitam sempurna, aku menatap dan membayangkan siapa dan atas dasar apa seseorang mengatakan hal yang menyedihkan seperti itu. 
“Kita boleh kok temenan sama siapa saja. Saling tolong menolong dalam kebaikan.” Kuusap kepalanya.

Pengalaman ini menjadi catatan tersendiri di kepalaku. Wajah gadis cilik yang kebingungan itu bagiku adalah wajah kebingungan bukan hanya satu orang namun juga sebagian besar dari kita. Betapa banyak hal yang terjadi wara-wiri di berita, sosial media atau di kehidupan sehari-hari di mana sebagai warga negara, kita mempertanyakan kembali tentang arti berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.