Senin, 31 Oktober 2016

Manusia yang Memanusia

Bagi mereka yang mempunyai cinta besar dan niat tulus ada gerak yang tidak berbatas,  ide bertumbuh dan bibir yang diam dari umpat dan keluh.

Mereka,  orang-orang ini bergerak atas dasar nurani,  pertanyaan-pertanyaan tentang keadilan juga keengganan menerima keadaan.

Dunia ini masih akan terus terhormat dan bermartabaat selama masih diisi oleh mereka, manusia yang memanusia.

Jumat, 07 Oktober 2016

Untuk Mamah, Part 1

Mamah
Tahukah Mah, sembari meminta sesuatu padamu, dalam hati aku selalu bertanya kenapa tidak pernah berkata tidak ?
Kenapa kau selalu percaya padaku ?


Kemarin malam, lagi-lagi hatiku basah. Membaca pesan singkatmu yang tertulis, "Ya,yay. Mamah usahain malam ini."

To be continued

Rabu, 28 September 2016

Dibuang sayang ; Pemilih Jakarta Harus Belajar dari Pecinta Drama Korea


picture by pinterest

Menyimpan banyak hal adalah salah satu hobi saya. Bahkan dulu, bungkus kado hadiah ulang tahun pun sayang dibuang. Berlanjut hingga sekarang, opsi save pages di laptop maupun hp tersimpan penuh lembar halaman.
Pagi ini saya memutuskan membaca 1 diantaranya, tulisan Om Motulz di tahun 2015 mengenai Kenalan, Teman, Sahabat dan Saudara.
Menyelesaikan bacaan dengan dada terpenuhi rasa haru. 

Rabu, 07 September 2016

Belajar

image source by pinterest

Bahwa seperti kata Om Jobs, hidup ini adalah tentang menyambungkan titik demi titik.

Jumat, 02 September 2016

Jumat, 26 Agustus 2016

Selamat Ulang Tahun



Dear Pos Indonesia,
dulu sekali salah satu mimpi kanak-kanakku adalah memiliki sahabat pena. Berawal dari membaca sebuah majalah anak yang begitu populer di tahun 90 an, salah satu rubrik di majalah itu adalah tentang sahabat pena, mengenalkan anak pada persahabatan dan tentu kebiasaan menulis yang menyenangkan.

sumber gambar : dokumentasi pribadi

Senin, 22 Agustus 2016

Menemukan Indonesia di Selatan Sumatera (LAMPUNG-THE TREASURE OF SUMATERA)



Konon, bahagia itu adalah ketika kamu merasa tidak perlu menjadi siapapun dan berada di tempat selain tempatmu sekarang.Karena jauh di dalam hati, kamu mengenal dengan baik dan bersyukur atas karunia yang telah diberikan oleh Tuhan.
***

Sumber gambar : weheartit
 

Jatuh cinta dan problema

Saya mencintai tanah ini, seperti pendaki mencintai matahari pagi yang terlihat dari puncak gunung yang tuntas dijelajahi.

Saya menggilai tanah ini seperti seorang Ibu yang tidak peduli dengan suapan nasi yang sudah diambang bibir ketika anaknya mengadu tengah buang air.

Saya merinding saat mendengar umpatan-umpatan kasar dan pesimistis tentang Lampung dan masa depannya.