Jumat, 19 Februari 2016

Flashdisk Eps 2


image by weheartit

16.15 WIB

15 Menit berlalu sejak waktu janjian.

Daripada bosan, aku memilih untuk mengedarkan pandangan. Hm..ini tempat nongkrong yang cukup menyenangkan. Sepertinya aku akan menandai tempat ini sebagai tempat yang tepat untuk melarikan diri saat penat.

Hening, kayu dan senja. Perpaduan sempurna.

Kafe ini terlihat baru buka, pengunjungnya didominasi oleh anak muda. Ada beberapa kursi kosong di depan juga bagian tengah sedangkan seperti biasa bagian pojok kafe sudah dihuni beberapa manusia.
Di sebelah kiriku tepat di pojok dekat jendela, ada seorang gadis yang sejak tadi telihat serius mengetik. Dia duduk menghadap dinding, sedang aku menghadap depan seakan berhadapan dengannya.
Wajahnya berkali-kali menunjukkan ekspresi yang berganti. Kadang seperti sedang berpikir, kadang lega, kadang kesal. Menarik.

Jumat, 05 Februari 2016

Flashdisk (Eps 1)


pinterest

Esoknya aku datang. Di sore yang seperti biasa, di bangku yang selalu ku duduki sendiri, memesan coklat yang sama seperti hari-hari sebelumnya.

Kamu terlalu setia, ta. Kata salah satu temanku. Semua tentang kamu selalu sama, konstan dan tak berubah meski waktu sudah lama bergulir, seperti coklat panas yang selalu kamu pesan, bangku yang selalu kamu duduki dan sore yang sama dengan angin serta cuaca yang tak terlalu terang namun juga tak terlalu mendung. Jadi kesimpulannya kamu adalah orang yang setia.
Aku hanya tersenyum.

Senin, 01 Februari 2016

Flashdisk, Sebuah Prolog

Credit image by tumblr

Butuh keberanian yang besar, waktu yang hanya sebentar untuk bertanya, “Boleh Saya pinjam flashdisknya sebentar ?”
Lalu perbincangan kita pun berjalan dengan lancar, terus hingga sekarang.

Senin, 18 Januari 2016

Melangkah ke Luar

 blogspot.com

Sejak memasuki usia 22 tahun Saya telah berjanji ke diri sendiri untuk tidak terlalu reaktif merespon segala hal yang terjadi disekitar.
Seperti yang pernah diucapkan oleh Pak Hamzah, "Mengaji mungkin ada khatamnya (walau sudah khatam tetap dibaca berulang-ulang ya) namun mengkaji tak boleh khatam."

Perempuan Pendiam


Perempuan pendiam itu lagi-lagi terjepit dalam situasi 'harus segera cari obrolan sebelum dianggap tidak asyik untuk jadi teman'.
Kedua tangannya saling menggenggam. Berhitung dalam hati dan menyiapkan sebaik-baik topik untuk setidaknya bersuara dan saling menolehkan muka dengan seseorang yang duduk di bangku sebelah.
Meghirup napas, menghela napas. Bicara.

Senin, 07 Desember 2015

Hello December


Desember.
Bulan dimana semua emosi menjadi satu.
Kecewa, bahagia, sedih namun yang paling terasa adalah rindu.

Sabtu, 06 Juni 2015

Berbicara dengan Diri Sendiri




Ada kalanya kita terlalu asyik berbicara hingga lelah namun tak dapat apa-apa.
Ada kalanya kita mendengar, mendapat banyak hal namun tak diberi jeda untuk bicara.

Kadang aku pikir setiap orang butuh waktu untuk bicara sendiri.
Membenarkan pendapat pribadi yang kita tahu tak disetujui.
Mengangguk dan menepuk pundak sendiri atas kerja selama ini.
Menghela napas, tercekat, mengangguk, menggeleng  sendirian.