Untuk tiap lelah yang tak kau keluh, ku bantu kau usap peluh.
Menatapi banyak kisah tergores bahwa cinta kadang berujung derita.
Mencintai bisa jadi alasan basi, dan melukai menjadi opsi yang tak teringkari, saat hati tlah saling pikun akan alasan untuk mendayung berbagi perahu maka yang tinggal hanya semu penyesalan bahwa pilihan kadang bisa salah dibelakang. Pembenaran.
Tak bisa menutup mata, karena korban bahkan dengan tersandung dan kepayahan mencoba bergerak perlahan, sadar bahwa semua berubah, karena pegangan dan pedoman tlah berbalik mencari pelarian.
Dilema, karena kita tahu tak pernah ada niat diawal, adapun, mati-matian ditiup hingga padam, namun apadaya saat masa perlahan mengaburkan rasa maka tinggal menanti salah satu memutuskan pergi. Miris.





