Rabu, 23 Mei 2018

Mantra 30 Hari Bagi Para Pecandu Rokok


Sebenarnya jika kita mau menyinggung tentang dukungan maupun perlawanan terkait kampanye #RokokHarusMahal #Rokok50Ribu, kita tidak hanya bicara teori benar salah dan baik buruk karena hampir semua orang termasuk si perokok sendiri, aku yakin mengerti benar bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan dan keuangan dalam keluarga. Pertanyaannya adalah kenapa semua teori itu seolah mental jika dihadapkan pada para penggemar setia kegiatan mengisap nikotin tersebut?
 
Rokok dan penikmatnya


Bahkan menurut penelitian yang dijelaskan oleh Narasumber dalam Program Radio Ruang Publik KBR Edisi 2 pada 16 Mei 2018 menunjukkan bahwa belanja rokok bagi rumah tangga Indonesia 6 kali lebih banyak dari alokasi belanja pendidikan, 10 kali lebih banyak dari alokasi dana kesehatan dan 3 kali lebih banyak dari alokasi belanja pakaian yang semuanya kita tahu adalah kebutuhan utama manusia. Kalau dipikir dari sudut pandang kita yang bukan perokok tentu saja ini merupakan fakta yang tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan.
 
Tapi sadarkah kamu ada satu kata yang bisa menjelaskan keadaan yang tidak masuk akal ini?
Kecanduan.
Menurut KBBI, kecanduan bisa diartikan sebagai ketagihan akan sesuatu hingga menjadi ketergantungan.
Dan ya hampir semua perokok yang aku temui ketika ditanya kenapa tidak berhenti saja jawabannya hampir sama, sudah terlanjur dan susah berhenti.

Terlanjur dan susah berhenti

Jadi di sinilah aku sebagai salah satu penyimak cerita di edisi #RokokHarusMahal persembahan Radio KBR (cek info selangkapnya di KBR.id) sekaligus saksi hidup banyaknya orang-orang disekeliling yang tumbang baik secara kesehatan maupun finansial akibat racun membahayakan ini, mencoba memberi bukan hanya dukungan agar harga rokok naik namun juga solusi agar para perokok aktif yang masih susah untuk berhenti bisa mulai membiasakan diri untuk mulai mengurangi bahkan kalau bisa berhenti total dari mengonsumsi rokok.

Mantra Sebulan
Sebagai muslim, ada satu bulan yang kita sambut bak festival. Kedatangannya dielukan disertai banyak janji perbaikan, Ramadan. Di bulan ini pula, para perokok bisa mulai untuk mengubah kebiasaannya dalam mengonsumsi rokok.

Waktu dan kebiasaan

Seperti yang kita tahu ada banyak penelitian terkait berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk membentuk kebiasaan baru. Mulai dari 21 hari, sebulan, 66 hari, 76 hari dan sebagainya yang semuanya memiliki dasar dalam penelitian. Namun dari semua penelitian tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa mengubah kebiasaan memang membutuhkan waktu yang pastinya tidak sebentar. Dan momen Ramadan yang sebulan ini (meski pun untuk tahun ini sepertinya tidak tepat 30 hari) bisa jadi awal membentuk kebiasaan baru bagi para perokok yang punya niat berhenti untuk segera take action. Dan untuk kamu yang punya niat mulia ini, sengaja aku susun daftar kegiatan keren yang bisa jadi distraction dari candu rokok selama Ramadan.


Hal Keren Lain yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Mangalihkan Perhatian dari Rokok

  •   Temukan Hobi Baru

Kalau selama ini kamu hanya menghabiskan waktu untuk nongkrong-nongkrong merokok dengan kawan sepermainan. Kamu bisa mulai untuk menemukan hobi baru yang lebih bermanfaat. 

Skateboard? Layak dicoba


  •   Bergabung dengan Komunitas Peduli Kesehatan

Tidak bisa dipungkiri bahwa pergaulan adalah salah satu jalan masuk dari sebagian besar kebiasaan merokok Indonesia. Untuk mulai mengubah kebiasan merokok, bisa mulai dengan menjauhi lingkungan tersebut dan bergabung dengan kelompok yang lebih peduli pada kesehatan. Hal positif yang bisa didapat adalah menambah pengetahuan dan tips-tips aplikatif terkait kesehatan yang belum kamu ketahui sebelumnya.



  • Bentuk Sendiri Komunitas Berhenti Merokok di wilayahmu

Kalau kamu merasa kesusahan untuk bergabung dengan komunitas yang ada karena akses lokasi dan sebagainya. Hei, kenapa bukan kamu saja yang menginisiasi kelompok serupa di wilayahmu. Selama Ramadan ini kamu dan kawan-kawan bisa membuat target meminimalisir konsumsi rokok sekaligus saling mengingatkan.

Semoga tulisan ini membantu untuk yang tengah berjuang mengurangi bahkan berhenti total dari mengonsumsi rokok selama bulan Ramadan dan bulan-bulan setelahnya. Semangat, Kamu bisa!!
Tidak lupa juga selalu aku ingatkan untuk kalian yang belum memberi tanda tangan ke petisi di change.org terkait kampanye #RokokHarusMahal #Rokok50Ribu masih ditunggu partisipasinya di change.org/RokokHarusMahal

 
Petisi #RokokHarusMahal #Rokok50Ribu

3 komentar:

  1. Mengutip kata-kata Ti Pat Kai, "sejak dahulu beginilah rokok (cinta), deritanya tiada akhir". Well, pro kontra rokok emang gada berhentinya yak.

    Btw keren nih, tulisannya. Tentang ramadan dan rokok. Momennya pas banget emg utk mulai berhenti menghisap 'barang unfaedah' itu.

    Harga rokok naik? kayaknya ga cukup hanya naik aja kali yak. Tapi juga dimusnahkan dari muka bumi ini wkwkw #ngayal. Soalnya ada negatifnya juga sih, bakalan banyak beredar rokok "gelap" atau selundupan *thinking

    Btw thank u for sharing

    BalasHapus
  2. Halo girl,

    berhubungan dengan namanya rokok. Kebetulan ayahku dulu adalah pecandu rokok. Parah banget menuurut versiku dan juga keluargaku. Rasanya tidak rela, uang dihamburkan-hamburkan hanya untuk rokok. Ya, walaupun kita tau itu uang beliau sendiri. Aku sudah pernah melakukan hal-hal seperti nyumputin rokok atau korek gas. Tetap aja akan beli lagi. PERCUMA!

    Tapi tau gak sih, singkat cerita adalah : Ayahku berhenti ngerokok karena masuk rumah sakit. Kebetulan saat beliau masuk rumah sakit, aku sedang di Yogya dan tidak diberitahukan secara langsung dan tidak boleh pulang. Ya, apadaya diriku sebagai anak rantaun. Selain berdoa, aku pura-pura gak tau kalau keluargaku sedang tidak baik. Aku tau dari seseorang yang dekat denganku tentunya.

    Kata dokter sih ayah masuk rumah sakit karena salah satu alasannya ya si rokok! Bayangin aja, beliau bisa ngeroko ampe 3 bungkus mungkin bisa 4 bungkus x ya sehari, atau lebih? aduh aku ampe gak tau deh. Bahkan jika beliau membantu orang, ayahku rela tak dibayar apapun. Jadi, orang ngerasanya udah aH kasih rokok aja ndak papa. ayah terima-terima aja.
    Ampe no coment deh!

    Ayah sudah berhenti ngerokok, sebagai gantinya si rokok akhirnya beliau menemukan si permen yang ada gambarrnya kapal. Apa sih itu brandnya, sorry lupa!. beliau makan itu aja tiap hari, aku rasa ampe sekarang!

    Katanya sih ya setelah berhenti ngerokok , gak mau ngerokok lagi. Kenapa? karena udah lama berhenti ngerokok, terus ngerokok lagi aneh di mulut. mungkin tiap orang beda rasa dan beda proses untuk berhenti. hehehe

    opini sendiri:
    Buat kategori rokok tidak baik bagi tubuh tentunya menurut versi aku sih bener.Aku gak suka deket orang ngerokok, ituloh asapnya. GANGU BANGET!
    dan berapa pun harga yang mau dinaikan di pasaran Indonesia kemungkinan akan tetap dibeli, apalagi penjualan rokok di Indonesia sangat tinggi. Tapi, tidak menutup kemungkinan akan ada orang yang akan membeli rokok ampe semahal apapun itu.

    Btw, anyway, busway., hehehhe
    aku inget pas lagi di Kalimantan Tengah, ada salah satu temen yang ngerokok. dia tahu kalau rokok mahal. Tapi, dia punya akal . apakah akalnya? titut.
    dia berasal dari batam, dan dia bilang aja ma pacarnya. Tolong donk kirimin rokok dari Batam ke Kalimantan Tengah.

    terjadilah pengirimian rokok tersebut.

    Pertanyaan , kenapa harus via batam?
    batam adalah salah satu tempat yang termasuk banyak penyelundupan dan kebetulan harga rokok lebih murah disana. Menurut informasi yang aku dapat, Rokok bisa murah karena tidak kena pajak. Aku tidak inget berapa perbedaan harganya. Tapi benar-benar lebih murah.So, kalau udah gini gimana? Pemerintah harus lebih tegas donk ya? lah kalau udah tegas terus gimana?
    lagi-lagi penghasilan tembakau di Indonesia membantu perekonomian Indonesia juga. lalalla

    harus ada pengganti si rokok, biar gak ada banyak pengangguran dan ekonomi Indonesia lebih baik.

    Y, semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  3. keren mba Mar.. saya setuju dengan semua argumen di postingan mba diatas.. Mantap

    BalasHapus