Jumat, 23 Januari 2015

Menuju Sarjana part 1



"Kenapa memutuskan untuk masih fokus pada banyak hal ? Kenapa belum mulai untuk kusuk masai memikirkan tugas akhir ? Mau lulus kapan ? Kan kasihan dengan keluarga yang menunggu di rumah."
Husnudzan, pertanyaan-pertanyaan ini adalah salah satu bentuk kepedulian karena memang saya masih harus terus diingatkan.

Bro, sist, sungguh saya gembira melihat pencapaian kalian dalam berbagai hal yang membawa kebaikan terutama dalam hal pendidikan. Tapi ya seperti yang selama ini coba selalu saya katakan, ini bukan soal saya yang terlalu santai -walau yang terlihat memang begitu, mesem-mesem nggak serius saat ditanya-.
Ini tentang prioritas. Kita berbeda, tak selalu punya standar yang sama untuk menilai apa yang disebut sukses oleh manusia.
Dan sejauh ini insya Allah saya tahu apa yang sedang dan akan saya capai. Juga, keluarga cukup paham bahwa anaknya ini tak selalu sama dengan anak kebanyakan.

This won't be so pathetic -_-
Intinya, sudahlah, mari saling mendoakan (the best you can give for me) untuk kebaikan kita di masa depan.

*Edisi : Apa kabar skripsi ?

2 komentar:

  1. Ehem! baiklah....just wanna pray best for you girl :-)

    BalasHapus
  2. Bukankah maha karya kecil itu Allah jadikan wasilah untuk banyak belajar tentang kehidupan? Oh kamu mendapatkan peajaran besar, adik shalihah...

    Akupun ditamparnya keras!

    BalasHapus